Sunday, December 25, 2011 0 comments

My Little Story

     Hallooo guuuys,,, ketemu lagi dewh barengan Aku sigadis songonk yang jadi tokoh utama dalam cerita ini,  hmmmm,, sebaiknya langsung kita mulai aja dewh ceritanya dari pada ngomong panjang lebar ga ada artinya terkesan  gag peting and malah bikin tambah boring.. capcuuss cyiiiiinn,,, oyya, sampe mana  ya cerita yang kemaren...??hhehhehe :)
     Tik tok tik tok,, Hidup itu adalah suatu pilihan yang harus kita pilih, dimana terdapat saat-saat yang semestinya tidak pernah kita inginkan dan tidak pula menjadi pilihan bagi kita, namun itulah situasi yang dihadapkan pada kita dan mau tidak mau kita harus memilihnya  (naah Lhooo, bingunk ga Lu...??, pikir aja sendiri.. :D ). Empat tahun sudah aku hidup didunia, selama itu pula aku dihadapkan oleh situasi yang tidak pernah diinginkan oleh kedua orang tuaku. Aku menderita sakit berkepanjangan, tidak terhitung berapa jumlah penyakit yang menghampiri tubuhku, mungkin karna kurangnya sistem imun dalam tubuh sehingga kekebalan tubuh menurun dan cenderung rentan penyakit, sehingga hidupku harus ketergantungan dengan mengonsumsi obat-obatan, mulai dari obat racikan dokter sampe  obat racikan tradisional bahkan tiap pagi aku dianjurjan untuk minum air embun karna air tersebut dipercaya bisa menghilangkan penyakit yang aku derita *so, tiap malem wajib nyiapin beberapa gelas diatas gentenk* (hahahahhannnneeehh, maksa bangeet) sampe-sampe namaku juga harus  diganti, yang dulunya namaku sumpah aneh  banget kemudian diganti dengan namaaaa  hmmm lumayan laah dari pada yang dulu. *Menurut kepercayaan orang jawa, biasanya kalo orang yang menderita sakit berkepanjangan ittu karna keberatan nama* (trus appa hubungannya, kalo dipikir-pikir pake logika sih ga masuk akal banget.. hmmmm I don't know why).
    Sedikit demi sedikit  penyakit itu menghilang, meskipun kadang-kadang masih mampir tapi yang jelas tidak separah waktu itu sampe membuatku hampir sekarat, (Ya Allah, Aku bersyukur banget bisa merasakan betapa nikmatnya segala anugrah yang Engkau berikan kepada kami). Aku tidak lagi merangkul penyakit yang aku derita, aku sembuh dan aku bisa berlari-lari layaknya gadis normal lainnya tapi itu tidak berlangsung lama, selang beberapa minggu setelah kesembuhanku, Ayah masuk rumah sakit karna mengidap penyakit kronis dan kecil harapannya untuk bisa kembali normal seperti sedia kala *sembuh total*. Waktu itu aku memang masih polos, belum bisa merasakan apa yang diderita orang tua, aku tidak begitu peduli dengan hal itu, yang aku sesalkan hanya kepeduliaan ayah kepadaku, beliau yang biasa menggendongku merangkulku disaat aku dirundung tangis, tetapi pada saat itu beliau sedang terbaring lemah tak berdaya diatas ranjang besi yang sempit dengan dikelilingi alat-alat medis. Aku hanya bisa  memandang beliau dari kejauhan, karna ibu tidak mengijinkan untuk menengoknya secara langsung. Setelah hampir satu bulan, ayah diijinkan dokter untuk kembali kerumah karena kondisinya berangsur membaik, tetapi apa yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan, Allah berkehendak lain,  beliau telah kembali kesisi-Nya, akupun tidak mengerti apa yang sedang terjadi waktu itu,  tante membawaku pergi dengan alasan ingin menjauhkan aku dari beliau so, aku tidak menyaksikan disaat-saat beliau menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya, tidak pula menyaksikan saat ia terbujur kaku tak bernyawa, yang aku tahu hanya ibuku yang juga terbaring lemah tidak sadarkan diri. Aku kembali pada saat sudah tidak ada lagi sesosok ayah dihadapanku. Ayah telah tiada dengan meninggalkan sejuta kenangan termanis yang takkan pernah terlupakan sepanjang hidupku, meskipun Allah hanya memberikan sisa waktu selama 4 tahun untuk merasakan hidup dengannya, merasakan kasih sayang dan cintanya kepadaku, kepada keluargaku. Satu hal yang aku ingat dari beliau, beliau yang selalu memotivasi anaknya untuk berusaha dengan giat demi asa dan cita yang ingin kita raih dan mengajarkan kepada anak-anaknya agar bisa hidup mandiri, selalu bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita.
    Adanya mulut, mata, hidung, bahkan seluruh jiwa dan ragaku itu karna adanya engkau *Ayah*, aku bertahan hidup dengan melawan berbagai jenis penyakit itu juga karenamu, engkau yang menginginkanku untuk hadir diantara kalian, engkau yang membuatku ada, engkau pula yang membuatku belajar sabar, tabah dalam menghadapi cobaan terberatku ketika engkau telah tiada. Terimakasih Ayah, teringat kembali ketika tanganmu menyentuh tanganku kurasakan hangatnya cintamu, aku rindu menyusuri wajahmu tinggal diam dalam beningnya kasihmu. kuharap ditempat yang damai engkau tahu bahwa aku sangat merindukanmu dan mencintaimu...dan untuk menangispun aku tak mampu jika mengingatmu...


Ayah, Aku Merindukanmu
siapakah dia...
seorang lelaki seperti apakah dia
apakah dia tampan atau buruk rupa
apakah dia baik hati atau jahat
siapakah dia...
yang membuat aku ada di dunia
apakah dia tahu aku anak baik atau nakal
apakah dia tahu cita-cita dan mimpiku
siapakah dia...
seorang ayah yang telah tiada
apakah dia tahu aku membutuhkannya
apakah dia tahu aku merindukannya
ayah...tahukah kau
aku anak yang baik
aku tidak nakal
karena aku tidak ingin kau marah
ayah..tahukah kau
apa mimpi dan cita-citaku
aku akan membangun istana megah
untuk ayah dan ibu
kelak di surga
ayah...
kapankah kita bertemu
aku ingin memelukmu
merasakan belaian lembutmu
yang tidak pernah kudapat
ayah...
tahukah kau
aku merindukanmu--sepanjang hayatku

haaaaaaaw, tarraaam, cerita diatas adalah kisah pilu dimasa kecilku, semoga kelak hidupku tidak seperti yang terjadi pada peristiwa diatas yang tidak pernah aku harapkan..
ternyata agak lumayan serius daripada postingan terdahulu,,
tisssyuu mana tisyyuuu... uhuhuhuuu,, :(  ... keburu banjir niih, ujan air matanya terlalu derres... see u next time guys, dadaaaaah,, huuuaaaaaaa

Friday, December 23, 2011 0 comments

AREEFAMAWALEEA's Pix | TwitrPix

AREEFAMAWALEEA's Pix | TwitrPix
Sunday, December 18, 2011 0 comments

http://www.tweetwawa.com/ on Twitpic

http://www.tweetwawa.com/ on Twitpic
 
;