Tidak ingin Pangeran Andrew Alcott (Armie Hammer) terpikat pada kecantikan dan kebaikan Snow White (Lily Collins). Jika itu terjadi, musnah sudah harapan Ratu Clementianna (Julia Roberts) untuk bisa menjadi penguasa di negeri makmur itu. Segala cara ia lakukan untuk memastikan kekuasaan tak jatuh ke tangan Snow White, sang pewaris tahta.
Crazy
Little Think Called Love : First Love adalah film yang berasal dari
negara tetangga yaitu Thailand yang dirancang khusus buat para kawula
muda terutama buat remaja yang menggemari film-film berbau
percintaan. Film bergenre drama komedy remaja ini dibintangi oleh
pemuda tampan asal Thailand yang memiliki nama asli Mario Maurer
(berperan sebagai Khun Shone) dan lawan mainnya Pimchanok
Luevisetpaibool (berperan sebagai Khun Nam). Tak disangka film ini
bisa menyedot perhatian masyarakat luas bahkan sampai ke mancanegara
tak lain adalah Negara tercinta Indonesia. Sumpah demi apapun, film
ini memang sangat menarik, dilihat dari sampul CDnya saja sudah mampu
menghipnotisku waktu pertama kali dikeluarkannya film tersebut di
tempat rentalan CD. Dijamin puluhan, ratusan bahkan ribuan kali
nonton film ini gak bakal ada bosennya dan gak bakal ada ruginya,
malah rugi banget buat kamu yang belum nonton (aku sendiri udah
buktiin lho). Selain filmnya kocak dan lucu terdapat pula
bagian-bagian yang cukup mengharukan bahkan so sweeeeeeeet banget,
bikin ngiri para kaum hawa. Pengen tau?? Okke, simak baik-baik
sinopsis dari film terfavorit dikalagan remaja. Cekidooot..
Sebut
saja Nam, dia adalah tokoh gadis yang juga membintangi film ini.
Awalnya dia merupakan gadis cupu yang duduk dikelas 1 SMP dan ia
dijuluki muka serangga karena penampilannya yang memang cupu dan
memiliki tampang yang lumayan kacau dengan kulit hitam yang melapisi
tubuhnya. Dia mempunyai tiga sahabat yang sama-sama memiliki tampang
anneh atau muka serangga, julukan itu diberikan kepada mereka karna
ada seorang teman yang tidak menyukai keberadaan Nam dan ketiga
sahabatnya itu dia adalah Faye dan Kwan. Suatu ketika Nam bertemu
dengan salah seorang senior tampan yang duduk dikelas 1 SMA dia
bernama Shone (sumpah,,!! cakebnya kebangetan, bikin ngilerrrr). Dari
situ, Nam mulai terobsesi untuk mengejar cintanya dengan melakukan
berbagai cara untuk menarik perhatiannya dan agar bisa mendapatkan
cinta dari seorang Shone yang menjadi dambaan bagi setiap wanita.
Mulai dari menerapkan buku tentang sembilan resep cinta yang
diperoleh sahabatnya dari salah satu toko yang sering mereka
kunjungi. Kemudian membenahi wajah serangganya serta merubah
penampilannya (makeover total). Dengan mendaftar di Club Tari
Tradisonal Thailand, tapi sayangnya Nam tidak bisa tergabung dalam
Club Tari itu karena ulah Faye dan tentunya Club Tari tersebut hanya
menerima murid yang berparas cantik dan berpenampilan menarik.
Kemudian mengikuti pentas drama yang diselenggarakan oleh wali kelas
Nam, awalnya Nam tidak berniat untuk mengikuti pentas drama, tapi
karena pada saat itu Shone menjadi salah satu panitia yang bertugas
membuat dekorasi panggung, jadi Nam langsung setuju ketika wali
kelasnya menawari drama tersebut. Setelah itu Nam rela menjadi mayor
drum untuk acara festival sekolah dan hal itu sama sekali belum
pernah ia lakukan, dan sampai akhirnya Nam menjadi bintang kelas pada
kelulusan akhir Sekolah Menengah Pertama. Semua itu dilakukan karena
dia sangat berambisius untuk mendapatkan cinta dari Shone. Hanya
karna jatuh cinta, Nam melakukan banyak hal untuk bisa merebut hati
Shone, tetapi Shone tidak pernah menunjukkan tanda-tanda bagaimana
isi hati Shone sebenarnya, padahal sekian lama Nam berharap agar
kelak keinginannya untuk mendapatkan Shone bisa tercapai. Sampai pada
suatu saat, datang seorang cowok yang ternyata menaruh hati sama
gadis cupu itu (Nam) tak lain adalah sahabat Shone yaitu Top.
(bagian
klimaks) Pengen tau gimana cerita selanjutnya??, Apakah yang akan
terjadi pada ketiga remaja yang dilanda asmara tersebut??, Apakah Nam
akan berubah wujud dari itik buruk rupa menjadi angsa cantik
jelita??, siapakah yang akan benar-benar jatuh kedalam pelukan Nam??
apakan Nam dan Shone akan bersatu?? Ataukah Top yang akan menggeser
posisi Shone dihati Nam?? cari tau jawabannya diRentalan CD terdekat.
Paling nyewa CDnya cuma Rp.2000/hari. :D
Dari
sinopsis Film diatas, hanya ditonjolkan karakter dari 2 tokoh saja
yaitu Nam dan Shone. Padahal masih banyak lagi tokoh tritagonis yang
terlibat dalam film itu, dan masing-masing mempunyai karakter berbeda
sesuai dengan apa yang diperankannya. Seperti : Top sahabat Shone
yang mengejar cinta Nam. Cheer, Gie dan Nim sahabat Nam, Faye dan
Kwan yang syirik banget sama Nam, Pin sabahat Shone, Wali Kelas Nam
yang mukanya 11.12 sama Ommas Wati, Guru Orn yang cantik dan sexy,
Guru Pon yang diperebutkan antara Walikelas Nam dan Guru Orn, dll.
Tentunya masih banyak lagi yang menarik dalam film ini. Film untuk
semua kalangan bahkan untuk semua umur,, pokoknya filmnya kerreeeen
abissss... buruaaaan, segera tonton filmnyaaaaa..
Dunia
yang menglobal pada zaman seperti ini tentunya masyarakat sangat
membutuhkan berbagai macam informasi maupun pengetahuan melalui
berbagai jenis media elektronik terutama televisi yang selalu
memberikan sajian-sajian khusus mengenai topik-topik yang sedang
hangat diperbincangkan. Jenis elektronik semacam ini hampir dimiliki
oleh setiap atap (rumah) dan semua kalangan bahkan ada yang
memilikinya satu, dua sampai tiga buah. Berbicara mengenai televisi,
kini kita bisa menikmati berbagai film-film layar lebar dari
mancanegara yang ditanyangkan setiap hari dilayar kaca baik itu
melalui media televisi maupun media bioskop yang tersebar diseluruh
indonesia. Film-film yang ditanyangkan bervariasi, mulai dari action,
drama, komedy, sampai film horror. Film mancanegara terkesan lebih
menarik dan menantang adrenalin untuk para penikmat film tersebut,
meskipun tidak jarang film-film mancanegara mengundang kontroversi
ketika ditayangkan di Indonesia tetapi film tersebut terbilang masih
layak untuk ditayangkan.
Dunia
Perfilman yang sudah merambah dan menjadi trend topik bagi semua
kalangan, karena para industri perfilman yang semakin bersaing untuk
memperebutkan perhatian dari para penikmat film-film yang beredar
luas diseluruh penjuru dunia. Termasuk film-film fenomenal hasil
garapan sutradara ternama yang diproduksi dari mancanegara, tentunya
dalam memproduksi film-film tersebut mengeluarkan biaya yang cukup
bombastis.
Seperti halnya Film keluaran 2007 yang bergenre action yaitu Spiderman ini merupakan film dengan produksi termahal yang diperkirakan menghabiskan biaya sebesar 258 juta dolar. Dengan disutradarai oleh Sam Raimi. Film yang diadaptasi dari komik keluaran Marvel ini dibintangi oleh Tobey Maguire, Kirsten Dunst, James Franco, Thomas Haden Church, Topher Grace, dan Bryce Dallas Howard.
Seperti halnya Film keluaran 2007 yang bergenre action yaitu Spiderman ini merupakan film dengan produksi termahal yang diperkirakan menghabiskan biaya sebesar 258 juta dolar. Dengan disutradarai oleh Sam Raimi. Film yang diadaptasi dari komik keluaran Marvel ini dibintangi oleh Tobey Maguire, Kirsten Dunst, James Franco, Thomas Haden Church, Topher Grace, dan Bryce Dallas Howard.
Selanjutnya
film bergenre horror Final Destination yaitu film yang Diproduksi
oleh New Line Cinema dengan didukung sutradara David R. Ellis dan
penulis Eric Bess. Film ini penuh dengan tekanan psikologis karna
kejadian-kejadian yang terdapat dalam film tersebut mampu membuat
penonton merasakan bagaimana ngerinya tragedi kematian.
Selanjutnya
film bergenre serial drama fantasi yang banyak diidolakan oleh para
remaja bahkan semua kalangan baik tua maupun muda yaitu Twilight, New
Moon, Eclips, Breaking Dawn part1 sampai Breaking Dawn part2 yang
nantinya akan dirilis pada bulan november 2012. Film serial ini
diangkat dari sebuah novel yang ditulis oleh Stephany Mayer,
Didistribusikan Summit Entertaiment, Diproduseri oleh Wyck Godfrey
dengan didukung oleh sutradara Bill Condon yang diperankan oleh
aktris dan aktor ternama Kristen Stewart, Robert pattinson dan Taylor
Lautner. Film tersebut pernah menduduki peringkat teratas top movie
dunia dengan menyabet gelar peringkat pertama TOP Movie by.IMDb.
Dan masih banyak lagi film-film mancanegara yang tidak bisa kita lewatkan dan harus menjadi list dalam film tontonan kita. misalnya X-men: First Class, Transformers 3, Tintin: Secret of the Unicorn, Mission: Impossible 4, Avatar 2, dll.
Dan masih banyak lagi film-film mancanegara yang tidak bisa kita lewatkan dan harus menjadi list dalam film tontonan kita. misalnya X-men: First Class, Transformers 3, Tintin: Secret of the Unicorn, Mission: Impossible 4, Avatar 2, dll.
Kenapa
disini saya hanya membahas bursa seputar film mancanegara? Karena
saya tidak begitu tertarik dengan film produk dalam negeri, selain
produksi filmnya yang kurang kreatif dan bisa ditebak jalan ceritanya
seperti apa, film-film indonesia juga mengundang banyak kontroversi
contohnya film-film horror zaman sekarang yang lebih menonjolkan
kemolekan tubuh (fullguar, semi porno) dari para pemain dan film
tersebut juga kurang menantang adrenalin bagi para pecinta film
horror intinya film itu bukan membuat penonton ketakutan melainkan
membuat penonton mengeluarkan nafsu birahi. Terdapat juga film-film
bertajuk drama, akan tetapi endingnya hampir sama dengan film-film
drama yang lainnya yaitu pemeran utamanya meninggal dunia akibat
penyakit yang diderita atau kecelakaan. Untuk film bertajuk komedi
juga hanya bisa membuat penonton tersenyum simpul dan sedikit
mengerutkan dahi karena jatuhnya seperti pelawak yang gagal membuat
penonton tertawa lepas (garing dan dilebay-lebaykan). Hanya sebagian
kecil produksi film indonesia menciptakan karya film yang cukup
menarik dengan mengandung pesan-pesan moral dan motivasi untuk para
penikmat film tersebut.
Oke,
mungkin hanya seglintir bacaan tentang bursa seputar film mancanegara
yang bisa saya posting. Intinya kita harus pintar-pintar dalam
memilih film mana yang baik untuk ditonton dan film mana yang tdak
baik untuk ditonton dan kita juga harus bisa menarik benang merah
dari setiap film yang kita saksikan, tidak hanya sekedar menikmati
jalan cerita yang diperankan oleh pemeran favorit kita saja. Thank
you guys, sudah meluangkan waktu untuk sejenak mengarahkan mata
kelayar komputer dengan membaca postingan blog saya.
Ketika pertama kali Engkau menghirup udara di dunia ini, maka semua orang menyambut kedatanganmu dengan penuh gembira.
Ibu yang bertaruh nyawa ketika engkau keluar dari rahimnya, penderitaan dan kesakitan yang ia rasakan, hilang seketika…. ketika engkau lahir dengan selamat.
Di letakannya dirimu di sampingnya Ia cium dan ia peluk dirimu seakan-akan ia ingin berkata ; Nak…kesakitan tatkala ibu ingin Melahirkan engkau, semuanya hilang setelah melihat senyummu….
Setelah engkau hadir di dunia Ayah dan ibu senantiasa menjagamu dari berbagai macam marabahaya, sampai-sampai ia tidak ridho jika seekor nyamuk pun menggigitmu, ketika engkau menangis di malam hari Orang tua yang sedang tidur nyenyak bergegas-gegas melihat dan mendekatimu karena mereka takut kehilangan dirimu.
Mereka menjagamu lebih dari segalanya, ketika engkau sakit… Orang tuamu telah bersusah payah untuk mencari berbagai macam cara agar engkau sembuh meskipun ketika itu ia sendiri sedang sakit Ia paksakan dirinya untuk mengobatimu agar Engkau sembuh Ia rela berhutang kesana kemari untuk membayar obat-obat mu Ia malukan dirinya…hanya dengan harapan agar engkau segera sembuh
Tetapi….Ketika penyakitmu bertambah parah, makin bertambah pula… kesedihan dan kerisauan mereka terhadapmu, tetesan air mata itu…selalu keluar dari kelopak mata mereka di jaganya dirimu siang dan malam tanpa menghiraukan kelaparan yang mereka rasakan berhari-hari ia menjagamu, kotoran-kotoranmu di basuh mereka dengan tangannya.
Ayah dan ibumu, di saat itu mereka tidak tenang di manapun mereka berada mereka khawatir dan takut… kalau-kalau kehilangan dirimu dari dunia ini, Andaikata…. kesakitan yang engkau rasakan itu bisa dipindahkan kepada mereka sebagai gantinya tentu mereka siap menerimanya agar engkau kembali tersenyum seperti anak-anak yang lain Di waktu Allah menyembuhkan engkau, Orang tuamulah… yang pertama kali sujud syukur…. karena senang dan gembira melihat engkau kembali ceria Ketika hari berganti hari pertumbuhanmu semakin besar Orang tuamu makin bertambah sibuk mengurusi keperluan-keperluanmu, hujan dan panas tiada mereka hiraukan siang dan malam tiada ia pandangYang semua itu… Ia lakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhanmu mereka tidak ingin melihat engkau malu di hadapan teman-temanmu yang lain. Di masa dekat Hari Raya tiba… Orang tuamu…. makin bertambah sibuk untuk membahagiakanmu, dari pagi hingga malam ia bekerja tanpa menghiraukan susah dan payah mereka terus bekerja dengan harapan agar engkau dapat memakai pakaian baru di hari raya, sama seperti teman-temanmu yang lain. Mereka rela di marah ketika bekerja, di hina dan di caci…. itu semua untuk dirimu
Awal-awal engkau duduk di bangku Madrasah, amat senang sekali orangtuamu setiap saat mereka berdo’a mudah-mudahan besok jika engkau besar engkau dapat membahagiakan mereka pagi-pagi sebelum engkau bangun dari tempat tidur mereka telah bangun duluan mempersiapkan sarapan dan air mandi untuk dirimu, di bangunkannya dirimu dengan kasih sayang di lepaskannya pakaianmu dengan kelembutan dan ia pun memandikanmu, setelah engkau siap semuanya….merekapun menghantarmu ke Madrasah agar engkau menjadi anak yang berbakti di Kemudian hari
Tetesan keringat dan air mata mereka untuk mengasuh dan mendidikmu tidak mungkin engkau dapat membayarnya walaupun engkau memiliki dunia beserta isinya.
Tetapi ajaib…
Selama mereka mengasuh dan mendidikmu tidak pernah terlintas dari pikiran dan hati mereka agar engkau menggantinya. Tahun berganti tahun engkaupun tumbuh besar hingga usiamu mencapai 15 tahun, mereka terus berusaha untuk membiayai sekolahmu penghasilan yang tidak mencukupi, memaksa mereka bekerja lebih lama.
Perhatikanlah….
Orang tuamu yang sudah semakin tua, Mereka terpaksa menjadi kuli bangunan, nelayan, dan menjadi pencuci baju orang lain, kelelahan dan pengorbanan yang mereka berikan tidak akan mungkin engkau dapat merasakan, apalagi di lukis dengan kata-kata. Mereka hadapi badai yang menerpa,mereka pikul kayu dan semen yang engkau sendiri tidak kuat mengangkatnya, mereka korbankan kelelahan mereka, sampai-sampai nampak mata mereka yang telah redup karena kelelahan mencari nafkah. Dikala mereka telah kembali dari kerjanya engkau lihat… mereka tersandar dibangku karena kelelahan di saat mencari nafkah untukmu , mereka tidak merasakan enaknya makan sebelum mereka melihat engkau makan. Usiamu yang makin hari makin bertambah membuat kecintaan dan kasih sayang mereka semakin besar terhadapmu kepergianmu sehari dua hari, meninggalkan rumah untuk bertamasya, membuat hati mereka bimbang dan khawatir terhadap dirimu, mereka takut, kalau-kalau suatu musibah menimpamu, makan tiada ia rasakan enak, tidur tiada ia rasakan nyenyak mereka selalu memikirkan keselamatan dirimu. Ketika usiamu menginjak dewasa keperluan sekolahmu semakin besar.

Terpaksa… Orang tuamu yang telah tua kembali bekerja kesana-kemari dengan harapan agar engkau menjadi orang yang sukses dikemudian hari, tidak jarang mereka meminjam uang tetangga…. untuk memenuhi permintaan-permintaanmu. Adzan yang berkumandang tiada ia hiraukan seakan-akan ia ingin berkata ;Wahai anakku…. Biarlah orang tua di benci Allah, asalkan engkau senang nak…….Mereka rela meninggalkan perintah-perintah Allah, itu semua untuk membuat engkau tersenyum...
Kesan pertama waktu aku baru menginjakkan kaki disekolah Taman Kanak-kanak, Aku dikenal sebagai seorang gadis lugu, pendiem, gak bakal ngomong
kalo gak ditanya orang (bisa disebut sebagai patung atau robot
elektrik.. ahahha = *padahal emang belom lancar ngomonk*) dengan
penampilan yang agak menor perhiasan ngeblink dimana-mana, makeupnya
setebel abu bekas erupsi merapi beberapa tahun yang lalu, lipstiknya
semerah darah seperti vampir yang abis ngisep darah manusia (lebay
beudh). Aku duduk sendirian dipojok kelas belum punya temen, gak
diteminin nyokap pula, karna memang jarak rumah dan sekolahku lumayan
deket, jadi aku gak perlu dianter nyokap kaya anak-anak yang lain
(aku kan gadis pemberani,, *gubraaakkKK cettaarrrrrr*), tiba-tiba ada
ibu-ibu paruh baya yang kebetulan mengantar seorang gadis datang menghampiriku dan sruppuuut,
oooooooooh,
*seketika mataku langsung terbelalak kaget*, dia memelukku sambil
menangis dan berkata "ya
Allah anak sekecil ini kenapa udah kehilangan ayahnya, nasib kamu
seperti keponakanku nak yang baru aja tinggal ayahnya” “itu
keponakanku".
sambil menunjuk kearah keponakannya tersebut, akupun hanya merilirik
sirih sama anak itu dan tak berkomentar sepatah katapun. Aku merasa
ada yang aneh dari ibu itu, kenapa cuma aku yang dipeluk dia,
sedangkan masih banyak anak yang nasibnya seperti itu. Akhirnya aku
kenalan sama keponakan ibu tadi, namanya Emma, anaknya cantik, dia
punya tai lalat dihidung persis seperti nyokapku, anehnya lagi
tanggal lahir kita sama, yaaah meskipun cuma beda setahun lebih tua
dari pada aku. Dari situ aku mulai bisa sedikit demi sedikit mengenal
temen-temen yang lain, meskipun bukan temen deket, tapi setidaknya
aku bisa punya temen dan gak perlu buat membeda-bedakan mereka.
Waktu itu
aku belum begitu deket sama temen-temen sekelas, cuma ada tiga anak
cewek yang deket sama aku, namanya Wiwin, Uus, dan Rifa itupun
deketnya karna mereka tetanggaku sendiri, kita menjadi temen akrab.
Kita selalu bareng entah itu berangkat sekolah bareng, pulang sekolah
bareng, makan bareng, sampe mandi juga barengan (pas masih boncell,
gpp kalo mandinya bareng) pokoknya dimana ada aku pasti ada mereka,
tapi diantara kita ada salah satu anak yang manjanya minta diampun
dan punya sifat iri bahkan sama temennya sendiri (bukan bermaksud
untuk menjelek-jelekkan, tapi kenyataannya emang seperti itu)
*hihihihi* sifatnya yang seperti itu bikin kita gak respect lagi sama
dia (maklumlaah masih kanak-kanak). Kita sudah jarang main sama dia,
kemana-mana kita cuma bertiga. Sampai akhirnya Rifa jatuh sakit dan
harus diopname dirumah sakit, dia divonis terjangkit demam berdarah,
tak lama dia dirawat dirumah sakid, bukan kesembuhan yang didapat
tapi ternyata Allah lebih dulu mengambil dia. Semenjak itu aku cuma
punya satu sahabat dan seperti biasa kita tetep selalu bareng, lagi
pula dia sodara sepupuku sendiri (: so, jatuhnya kaya upin dan ipin
or sodara kandung gittuh... :). Setahun telah berlalu, kita naik
ketingkat yang lebih tinggi ===> ennol besar (TK-B,, ahhaha
*banggaaa*) disetiap ada acara disekolah, aku, sahabatku dan
temen-temen yang lain disuruh untuk mengisi acara sekolah, entah itu
sekedar menari, baca puisi atau berpidato, hal itu sudah membuat hati
kita seneng (skali lagi *maklumlaah masih kanak-kanak*:D )
perasaan malunya masih minim. Perjalanku untuk belajar dan bermain
sudah cukup sampai disitu (anggap saja dalam dua tahun di Taman
Kanak-kanak itu aktifitasku sama semua, *emmang samma*).
Ittulah
ceritaku dimasa kanak-kanakku, aku tidak menekankan pada
bagian-bagian yang seharusnya tidak penting untuk dibahas, yang aku
bahas cuma seglintir pengalaman kecilku yang gak begitu menarik,,
sebenarya masih banyak hal yang perlu disajikan dalam postingan ini,
tapi aku tidak punya cukup waktu untuk mengingat-ingat berapa
banyaknya pengalaman masa laluku. (inget yg nntu aja udah syukur,,
hihihihi)
kabuuurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr.... ddaaaahhhh.
kabuuurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr.... ddaaaahhhh.
Hallooo guuuys,,, ketemu lagi dewh barengan Aku sigadis songonk yang jadi tokoh utama dalam cerita ini, hmmmm,, sebaiknya langsung kita mulai aja dewh ceritanya dari pada ngomong panjang lebar ga ada artinya terkesan gag peting and malah bikin tambah boring.. capcuuss cyiiiiinn,,, oyya, sampe mana ya cerita yang kemaren...??hhehhehe :)
Tik tok tik tok,, Hidup itu adalah suatu pilihan yang harus kita pilih, dimana terdapat saat-saat yang semestinya tidak pernah kita inginkan dan tidak pula menjadi pilihan bagi kita, namun itulah situasi yang dihadapkan pada kita dan mau tidak mau kita harus memilihnya (naah Lhooo, bingunk ga Lu...??, pikir aja sendiri.. :D ). Empat tahun sudah aku hidup didunia, selama itu pula aku dihadapkan oleh situasi yang tidak pernah diinginkan oleh kedua orang tuaku. Aku menderita sakit berkepanjangan, tidak terhitung berapa jumlah penyakit yang menghampiri tubuhku, mungkin karna kurangnya sistem imun dalam tubuh sehingga kekebalan tubuh menurun dan cenderung rentan penyakit, sehingga hidupku harus ketergantungan dengan mengonsumsi obat-obatan, mulai dari obat racikan dokter sampe obat racikan tradisional bahkan tiap pagi aku dianjurjan untuk minum air embun karna air tersebut dipercaya bisa menghilangkan penyakit yang aku derita *so, tiap malem wajib nyiapin beberapa gelas diatas gentenk* (hahahahhannnneeehh, maksa bangeet) sampe-sampe namaku juga harus diganti, yang dulunya namaku sumpah aneh banget kemudian diganti dengan namaaaa hmmm lumayan laah dari pada yang dulu. *Menurut kepercayaan orang jawa, biasanya kalo orang yang menderita sakit berkepanjangan ittu karna keberatan nama* (trus appa hubungannya, kalo dipikir-pikir pake logika sih ga masuk akal banget.. hmmmm I don't know why).
Sedikit demi sedikit penyakit itu menghilang, meskipun kadang-kadang masih mampir tapi yang jelas tidak separah waktu itu sampe membuatku hampir sekarat, (Ya Allah, Aku bersyukur banget bisa merasakan betapa nikmatnya segala anugrah yang Engkau berikan kepada kami). Aku tidak lagi merangkul penyakit yang aku derita, aku sembuh dan aku bisa berlari-lari layaknya gadis normal lainnya tapi itu tidak berlangsung lama, selang beberapa minggu setelah kesembuhanku, Ayah masuk rumah sakit karna mengidap penyakit kronis dan kecil harapannya untuk bisa kembali normal seperti sedia kala *sembuh total*. Waktu itu aku memang masih polos, belum bisa merasakan apa yang diderita orang tua, aku tidak begitu peduli dengan hal itu, yang aku sesalkan hanya kepeduliaan ayah kepadaku, beliau yang biasa menggendongku merangkulku disaat aku dirundung tangis, tetapi pada saat itu beliau sedang terbaring lemah tak berdaya diatas ranjang besi yang sempit dengan dikelilingi alat-alat medis. Aku hanya bisa memandang beliau dari kejauhan, karna ibu tidak mengijinkan untuk menengoknya secara langsung. Setelah hampir satu bulan, ayah diijinkan dokter untuk kembali kerumah karena kondisinya berangsur membaik, tetapi apa yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan, Allah berkehendak lain, beliau telah kembali kesisi-Nya, akupun tidak mengerti apa yang sedang terjadi waktu itu, tante membawaku pergi dengan alasan ingin menjauhkan aku dari beliau so, aku tidak menyaksikan disaat-saat beliau menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya, tidak pula menyaksikan saat ia terbujur kaku tak bernyawa, yang aku tahu hanya ibuku yang juga terbaring lemah tidak sadarkan diri. Aku kembali pada saat sudah tidak ada lagi sesosok ayah dihadapanku. Ayah telah tiada dengan meninggalkan sejuta kenangan termanis yang takkan pernah terlupakan sepanjang hidupku, meskipun Allah hanya memberikan sisa waktu selama 4 tahun untuk merasakan hidup dengannya, merasakan kasih sayang dan cintanya kepadaku, kepada keluargaku. Satu hal yang aku ingat dari beliau, beliau yang selalu memotivasi anaknya untuk berusaha dengan giat demi asa dan cita yang ingin kita raih dan mengajarkan kepada anak-anaknya agar bisa hidup mandiri, selalu bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita.
Adanya mulut, mata, hidung, bahkan seluruh jiwa dan ragaku itu karna adanya engkau *Ayah*, aku bertahan hidup dengan melawan berbagai jenis penyakit itu juga karenamu, engkau yang menginginkanku untuk hadir diantara kalian, engkau yang membuatku ada, engkau pula yang membuatku belajar sabar, tabah dalam menghadapi cobaan terberatku ketika engkau telah tiada. Terimakasih Ayah, teringat kembali ketika tanganmu menyentuh tanganku kurasakan hangatnya cintamu, aku rindu menyusuri wajahmu tinggal diam dalam beningnya kasihmu. kuharap ditempat yang damai engkau tahu bahwa aku sangat merindukanmu dan mencintaimu...dan untuk menangispun aku tak mampu jika mengingatmu...
Tik tok tik tok,, Hidup itu adalah suatu pilihan yang harus kita pilih, dimana terdapat saat-saat yang semestinya tidak pernah kita inginkan dan tidak pula menjadi pilihan bagi kita, namun itulah situasi yang dihadapkan pada kita dan mau tidak mau kita harus memilihnya (naah Lhooo, bingunk ga Lu...??, pikir aja sendiri.. :D ). Empat tahun sudah aku hidup didunia, selama itu pula aku dihadapkan oleh situasi yang tidak pernah diinginkan oleh kedua orang tuaku. Aku menderita sakit berkepanjangan, tidak terhitung berapa jumlah penyakit yang menghampiri tubuhku, mungkin karna kurangnya sistem imun dalam tubuh sehingga kekebalan tubuh menurun dan cenderung rentan penyakit, sehingga hidupku harus ketergantungan dengan mengonsumsi obat-obatan, mulai dari obat racikan dokter sampe obat racikan tradisional bahkan tiap pagi aku dianjurjan untuk minum air embun karna air tersebut dipercaya bisa menghilangkan penyakit yang aku derita *so, tiap malem wajib nyiapin beberapa gelas diatas gentenk* (hahahahhannnneeehh, maksa bangeet) sampe-sampe namaku juga harus diganti, yang dulunya namaku sumpah aneh banget kemudian diganti dengan namaaaa hmmm lumayan laah dari pada yang dulu. *Menurut kepercayaan orang jawa, biasanya kalo orang yang menderita sakit berkepanjangan ittu karna keberatan nama* (trus appa hubungannya, kalo dipikir-pikir pake logika sih ga masuk akal banget.. hmmmm I don't know why).
Sedikit demi sedikit penyakit itu menghilang, meskipun kadang-kadang masih mampir tapi yang jelas tidak separah waktu itu sampe membuatku hampir sekarat, (Ya Allah, Aku bersyukur banget bisa merasakan betapa nikmatnya segala anugrah yang Engkau berikan kepada kami). Aku tidak lagi merangkul penyakit yang aku derita, aku sembuh dan aku bisa berlari-lari layaknya gadis normal lainnya tapi itu tidak berlangsung lama, selang beberapa minggu setelah kesembuhanku, Ayah masuk rumah sakit karna mengidap penyakit kronis dan kecil harapannya untuk bisa kembali normal seperti sedia kala *sembuh total*. Waktu itu aku memang masih polos, belum bisa merasakan apa yang diderita orang tua, aku tidak begitu peduli dengan hal itu, yang aku sesalkan hanya kepeduliaan ayah kepadaku, beliau yang biasa menggendongku merangkulku disaat aku dirundung tangis, tetapi pada saat itu beliau sedang terbaring lemah tak berdaya diatas ranjang besi yang sempit dengan dikelilingi alat-alat medis. Aku hanya bisa memandang beliau dari kejauhan, karna ibu tidak mengijinkan untuk menengoknya secara langsung. Setelah hampir satu bulan, ayah diijinkan dokter untuk kembali kerumah karena kondisinya berangsur membaik, tetapi apa yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan, Allah berkehendak lain, beliau telah kembali kesisi-Nya, akupun tidak mengerti apa yang sedang terjadi waktu itu, tante membawaku pergi dengan alasan ingin menjauhkan aku dari beliau so, aku tidak menyaksikan disaat-saat beliau menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya, tidak pula menyaksikan saat ia terbujur kaku tak bernyawa, yang aku tahu hanya ibuku yang juga terbaring lemah tidak sadarkan diri. Aku kembali pada saat sudah tidak ada lagi sesosok ayah dihadapanku. Ayah telah tiada dengan meninggalkan sejuta kenangan termanis yang takkan pernah terlupakan sepanjang hidupku, meskipun Allah hanya memberikan sisa waktu selama 4 tahun untuk merasakan hidup dengannya, merasakan kasih sayang dan cintanya kepadaku, kepada keluargaku. Satu hal yang aku ingat dari beliau, beliau yang selalu memotivasi anaknya untuk berusaha dengan giat demi asa dan cita yang ingin kita raih dan mengajarkan kepada anak-anaknya agar bisa hidup mandiri, selalu bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita.
Adanya mulut, mata, hidung, bahkan seluruh jiwa dan ragaku itu karna adanya engkau *Ayah*, aku bertahan hidup dengan melawan berbagai jenis penyakit itu juga karenamu, engkau yang menginginkanku untuk hadir diantara kalian, engkau yang membuatku ada, engkau pula yang membuatku belajar sabar, tabah dalam menghadapi cobaan terberatku ketika engkau telah tiada. Terimakasih Ayah, teringat kembali ketika tanganmu menyentuh tanganku kurasakan hangatnya cintamu, aku rindu menyusuri wajahmu tinggal diam dalam beningnya kasihmu. kuharap ditempat yang damai engkau tahu bahwa aku sangat merindukanmu dan mencintaimu...dan untuk menangispun aku tak mampu jika mengingatmu...
Ayah, Aku Merindukanmu
siapakah dia...
seorang lelaki seperti apakah dia
apakah dia tampan atau buruk rupa
apakah dia baik hati atau jahat
siapakah dia...
yang membuat aku ada di dunia
apakah dia tahu aku anak baik atau nakal
apakah dia tahu cita-cita dan mimpiku
siapakah dia...
seorang ayah yang telah tiada
apakah dia tahu aku membutuhkannya
apakah dia tahu aku merindukannya
ayah...tahukah kau
aku anak yang baik
aku tidak nakal
karena aku tidak ingin kau marah
ayah..tahukah kau
apa mimpi dan cita-citaku
aku akan membangun istana megah
untuk ayah dan ibu
kelak di surga
ayah...
kapankah kita bertemu
aku ingin memelukmu
merasakan belaian lembutmu
yang tidak pernah kudapat
ayah...
tahukah kau
aku merindukanmu--sepanjang hayatku
haaaaaaaw, tarraaam, cerita diatas adalah kisah pilu dimasa kecilku, semoga kelak hidupku tidak seperti yang terjadi pada peristiwa diatas yang tidak pernah aku harapkan..
ternyata agak lumayan serius daripada postingan terdahulu,,
tisssyuu mana tisyyuuu... uhuhuhuuu,, :( ... keburu banjir niih, ujan air matanya terlalu derres... see u next time guys, dadaaaaah,, huuuaaaaaaa
Subscribe to:
Posts (Atom)
_poster_02.jpg)











- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact